How To Grow Tomatoes and Mustard Green With Hydroponics Tehnique

https://www.youtube.com/watch?v=dURhe0Qpsgc

Imagine that first bite of a sweet, succulent, ripe tomato picked fresh from your garden. The warm juice runs down your chin as a delightful explosion of flavour awakens dormant tastebuds. In our harsh climate, fresh tomatoes can usually be enjoyed for only a few short weeks of the year. Then it's back to artificially ripened, flavourless imports your grocer charges a small fortune for. Take heart, you can savour the homegrown tomato experience year round.

Tomatoes grown hydroponically, indoors under lights, are equal to, or superior in flavour and nutrition than their outdoor, soil grown counter-parts. A tomato's sweetness and flavour is largely dependent on light and temperature. The nutritional value of a tomato is dependent on the nutrition the plant receives while growing and producing fruit. In the controlled environment of an indoor garden, the plants exact requirements can be met with artificial lighting, temperature control and supplemental nutrition. This enables the grower to enjoy a continuous harvest all year long without sacrificing taste and goodness.

https://www.youtube.com/watch?v=20GoS5Y_J50

 

Hydroponics is a pure, clean method of cultivation. For this reason it is recommended you start your tomatoes directly from seed. Bringing plants in from outside creates a potential for pest and disease contamination. Start seeds in one inch rockwool starter cubes in a standard nursery tray with dome. Rockwool cubes should be pre-soaked in water adjusted to a pH of 4.5 prior to planting. Keep covered tray in a moist, warm (20°-25°C) environment until seedlings begin to sprout. Once vegetation appears, immediately move the seedling into a light source, metal halide or flourescent lights, for at least 12 hours per day and remove domes. Failure to provide light soon enough will cause seedlings to bolt in search of a light source. Ensure roots are never exposed to the light as this will cause damage and death to the roots and delay plant growth.

Budidaya Strawberry Hidroponik


 Video Strawberry Hidroponik
Hidroponik adalah cara budidaya tanpa media tanah yang tidak menyediakan unsur hara dan merupakan bagian dari pertanian pada kondisi lingkungan terkendali (Controlled Environment Agriculture) dalam rumah kaca atau rumah kasa. Menurut Wijayani dan Widodo (2005) dengan sistem hidroponik dapat diatur kondisi lingkungannya seperti suhu, kelembaban relatif dan intensitas cahaya, bahkan faktor curah hujan dapat dihilangkan dan serangan hama penyakit dapat diperkecil.

1. Perbanyakan Tanaman
 a. Perbanyakan dengan stolon
Stroberi diperbanyak secara vegetatif dengan menggunakan sulur atau stolon. Sulur adalah batang khusus yang timbul dari ketiak daun.  Sulur tumbuh sejajar dengan tanah dan membentuk tunas anakan pada setiap ruas. Pada setiap buku tunas anakan muncul akar dan tumbuh menjadi tanaman baru.  Dari setiap tanaman induk dapat diperoleh 20 pohon untuk dijadikan bibit.  Jika bibit telah tumbuh dan mempunyai 4-5 helai daun maka dapat dipindahkan ke bedengan dengan jarak tanam 15x15 cm.  Sebelum dipindahkan bibit harus diseleksi terlebih dahulu yaitu dipilih bibit yang sehat dan kuat.  Dua bulan kemudian sulur tersebut siap untuk dipindahkan ke kebun (Herlinayanti, 2003).

b. Perbanyakan Secara In Vitro
Stroberi termasuk salah satu tanaman yang mudah diperbanyak dengan teknik in vitro.  Dari satu pucuk meristem berukuran 0,5-0,7 mm dapat dihasilkan 15-20 pucuk perminggu.  Dari 15 pucuk yang diperoleh dapat dibagi menjadi 7-8 kelompok, masing-masing terdiri dari dua pucuk.  Dalam waktu 6-8 minggu kelompok baru akan kembali membentuk sejumlah pucuk.  Kemudian pucuk-pucuk tersebut kembali dipecah dalam beberapa kelompok hingga menghasilkan ribuan tanaman (Gunawan, 1996). 

 Video Strawberry Hidroponik


2. Persiapan tanam
Menurut Gunawan (2008) hal penting dalam sebelum melakukan penanaman dalam greenhouse adalah sterilisasi greenhouse. Sterilisasi dilakukan dengan tujuan untuk membersihkan seluruh greenhouse dari mikroorgnisme (telur/larva, virus, bakteri dan fungi) yang dapat merugikan tanaman. Ada beberapa bahan yang dapat digunakan dalam sterilisasi antara lain; lysol, formalin dan beberapa jenis pestisida, dengan cara:
Formalin 5% disemprotkan ke seluruh bagian greenhouse dengan konsentrasi 5 cc/liter air
Dalam waktu 4-5 hari setelah penyemprotan formalin disusul dengan penyemprotan pestisida (insektisida dan fungisida) dan diulang sampai 2-3 kali.
Sehari sebelum media tanam ditata, greenhouse disemprot dengan larutan lysol dengan konsentrasi 3-5 cc/ liter air.
Instalasi bak desinfektan kaki supaya penyakit tidak bisa dibawa ke dalam greenhouse.
Jika ditanam di dalam pot, media harus memiliki sifat poros, mudah merembeskan air dan unsur hara selalu tersedia (Anonymous, 2009a). Sedangkan tanaman stroberi yang ditanam dalam ruang tertutup (greenhouse) dapat menggunakan media rockwool atau arang sekam. Rockwool adalah batu gamping, yang dicampur dengan serat benang yang diolah pada suhu tinggi (600ยบ C).  Arang sekam berasal dari kulit padi yang dibakar.  Kedua media tanam tersebut dipakai untuk penanaman secara hidroponik.  Pada umumnya arang sekam lebih umum digunakan petani untuk penanaman stroberi kerena tidak mengikat hara.  Sehingga nutrisi yang diberikan kepada tanaman dapat dikontrol dan tidak merusak akar saat tanaman dipindahkan (Budiman dan Desi, 2005).

 Video Strawberry Hidroponik



3. Pemberian Nutrisi
Pada sistem budidaya hidroponik unsur hara esensial yang diperlukan tanaman disediakan dalam bentuk larutan/nutrisi. Larutan hara dibuat dengan cara melarutkan garam-garam pupuk dalam air. Berbagai garam jenis pupuk dapat digunakan untuk larutan hara (Anonymous, 2009b). Salah satu kesulitan didalam penyiapan larutan hara ini adalah belum diketahuinya dosis unsur hara yang optimal bagi pertumbuhan tanaman. Pada dosis yang terlalu rendah pengaruh larutan hara tidak nyata, sedangkan pada dosis yang terlalu tinggi dapat mengakibatkan tanaman mengalami plasmolisis, yaitu keluarnya cairan sel karena tertarik oleh larutan hara yang lebih pekat (Wijayani, 2000; Marschner, 1986).

Pemupukan dan Penyiraman (fertigasi) pada budidaya sistem hidroponik umumnya dilakukan secara bersamaan. Teknis fertigasi dapat dilakukan dengan manual atau sistem irigasi tetes (Drip irrigation system). Akan tetapi teknis fertigasi terbaik adalah dengan sistem irigasi tetes karena fertigasi dapat diberikan secara merata, meminimalisir tenaga kerja, menghemat waktu. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam sistem irigasi tetes yaitu; kualitas air (sumber air) harus bersih dan bebas dari penyakit dan bahan kimia, kualitas nutrisi dengan komposisi hara harus dengan kebutuhan tanaman dan mempunyai kemampuan larut 100 %, waktu, volume dan frekuensi fertigasi dan jenis media yang digunakan (Gunawan, 2008).

4. Pengendalian Hama Penyakit
Pencegahan hama dan penyakit umumnya dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan greenhouse, menanam bibit yang sehat, memberikan pupuk sesuai anjuran sehingga tanaman tumbuh sehat, melakukan pergiliran tanaman dengan tanaman bukan keluarga Rosaceae, memangkas bagian tanaman atau mencabut tanaman yang sakit dan menghancurkan tanaman terserang. Perbaikan drainase dapat menurunkan serangan penyakit (Anonymous, 2008b).

 Video Strawberry Hidroponik


5. Panen dan Pascapanen
Pemanenan buah stroberi dapat dilakukan 8 minggu setelah penanaman pada tanaman dari bibit stolon berperakaran baik.  Masa panen berlangsung 3-4 minggu, setiap minggu 2 kali pemanenan (Gunawan, 1996).  Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Linardakis dan Manios (2005) stroberi yang ditanam pada sistem hidroponik dapat menghasilkan 734 gram buah per tanaman per tahun. Sedangkan penanaman di lahan terbuka yang hanya mencapai 450 gram per tanaman per tahun. Pemetikan buah stroberi yang akan dipasarkan untuk konsumsi harus disertakan kaliks, sedangkan untuk pengolahan tanpa kaliks (Gunawan, 1996).

Budidaya Semangka Hidroponik

 Video Semangka Hidroponik
Semangka Hidroponik? Mungkin anda tidak perna mengira, bahwa buah yang satu ini dapat ditanam dengan sistem hidroponik. Dengan system hydroponics anda tidak memerlukan tanah sebagai media tanamnya, berikut ini ulasan cara bagaimana budidaya semangka hidroponik

1. Penyiapan Media Tanam
Yang akan Kami gunakan merupakan sistem Aeroponik dengan menggunakan kultur terendam, yang perlu kita persiapkan adalah sebagai berikut :
a. Timer
b. Pipa paralon dan instalasinya (sesuai kebutuhan)
c. Torn penampung air (bisa pakai drum plastik)
d. Mesin pompa akuarium
e. Rangkaian penetralisir air (deionizer)
f. Stereoform (gabus)
g. Talang air

2. Penyiapan Tanam
a. Penyemaian

Siapkan dahulu tempat penyemaian yang berupa kapas telah dibasahi dengan air dan juga dilapisi kertas Koran yang di atas nampan plastik.
Benih bisa di beli di toko pertanian terdekat, lalu benih semangka yang akan disemaikan, direndam terlebih dulu di dalam air yang hangat yang dicampur ANTONIK dan diamkan selama 2 hingga 4 jam, kemudian benih semangka yang telah disemaikan pada tempat yang telah anda siapkan tadi, supaya tetap lembab lakukan juga penyemprotan dengan air  untuk tiap pagi dan juga sore hari. 
2 hingga 3 hari semai sudah tumbuh berupa kecambah kecil lalu pindahkan ke tempat lain pada media ABU SEKAM lembab supaya pertumbuhan kecambah menjadi lebih cepat, hanya dengan menyirami air tiap pagi serta sore hari , yakinkan bahwa abu sekam di dalam keadaan lembab.

 Video Semangka Hidroponik


b. Penyesuaian

Anda perlu menyiapkan tempat dan penyesuaian berupa nampan plastik yang  diberikan nutrisi
Setelah 8 hingga 10 hari penyemaian maka sebelum ditanam ke dalam media tanam maka pada benih yang sudah menjadi kecambah perlu  di lakukan penyesuaian dengan memberi nutrisi yang akan diberikan.

c. Penanaman

Mulailah dipindahkan ke dalam media tanam jika di tahap penyesuaian mulai tumbuh daun yang baru kira-kira pada hari ke 13 hingga 14.
Pada masa penanaman telah secara otomatis di sirkulasi nutrisi sesuai diatur dengan TIMER (disarankan anda menyetel timer pada setiap satu jam sekali selama lima belas menit yang dimulai dari pukul 00.00 s/d pukul 18.00).
Selanjutnya Perkiraan masa panen hingga dengan 60 hari yang dihitung sejak mulai tanam pada media tanam.
Apabila pada masa tanam terserang hama ataupun gangguan lainnya bisa diatasi dengan obat atau insektisida serta pestisida yang tersedia di toko pertanian.

Budidaya Jambu Air Hijau

 Video Pohon Jambu Air Hijau
Jambu air madu hijau merupakan varietas baru yang mulai banyak dikembangkan oleh para pehobi buah atau petani buah, bahkan buah yang masih tergolong dalam keluarga Myrtaceae ini sudah mulai banyak ditanam di pekarangan rumah-rumah karena jambu air madu hijau ini sangat mudah dibudidayakan.

Jambu air madu hijau ini juga memiliki rasa yang segar dan sangat manis ketika dimakan. karena rasa yang sangat manis tersebut jambu ini memiliki daya tarik tersendiri bagi yang pernah mencobanya. Di samping rasa dan manfaat dari jambu air ini, permintaan yang tinggi merupakan salah satu sebab makin banyaknya jambu air ini dibudidayakan.

Tomat Hidroponik dan Penggunaan POC Urine Kelinci

 Video Tomat Hidroponik
Video Tomat Hidroponik
Cara menanam Tomat Hidroponik sangat sederhana dan mudah, Selain Tomat buah-buah seperti Melon, Pare, Cabai juga bisa menggunakan Hidroponik. Kebutuhan nutrisi hidroponik nya pun disesuaikan dengan kebutuhan tanaman, misal tanaman sayuran daun membutuhkan nutrisi hidroponik yang memang khusus untuk tanaman sayuran daun, begitu juga dengan tanaman cabai juga membutuhkan nutrisi hidroponik khusus untuk cabai dan untuk tanaman melon, tomat juga membutuhkan nutrisi yang sesuai. Karena dalam video ini saya menggunakan nutrisi hidroponik sayuran daun untuk menanam tanaman tomat maka saya memberikan pupuk tambahan yaitu dengan menerapkan Pupuk Organik Cair dari fermentasi Urine Kelinci yang saya buat sendiri untuk menambah kebutuhan nutrisi tomat hidroponik. Untuk peng-aplikasiannya dengan dosis 10ml untuk 1 lt air dan disemprotkan kebawah daun setiap 2 hari sekali.

Berikut rincian dari tanaman tomat hidroponik ini :

Tomat Hidroponik
Sistem : guyur ponik, menggunakan toples bekas ( sosis so**ce ) yang tidak dilubangi bagian dasarnya, yang dilubangi bagian pinggir tengah jadi nutrisi akan tertampung setengah toples. satu kali sirang setiap hari. toples di bungkus polybag biar tidak lumutan.
Nutrisi : Hidroponik ABmix sayuran daun 10:10:1 ( masih belum punya TDS, dibaca : ngarep klo ada yg mau berbaik hati, heheh.... )
Doping : Pakai POC dari fermentasi urine kelinci, 10ml untuk 1lt air setiap 2 hari sekali di semprotkan kebawah daun.
Umur : Kurleb 10 HST ( udah agak besar ketika di pindah tanam )
Penampakan : 

 Video Tomat Hidroponik

Klik disini untuk melihat video Tomat Hidroponik dan Penggunaan POC Urine Kelinci

 Video Membuat Pupuk Urine Kelinci

Klik disini Untuk melihat video membuat Pupuk Organik Cair dari Urine Kelinci

Budidaya Tomat Hidroponik

Hidroponik adalah sistem budidaya tanaman yang efektif tidak memerlukan tanah sebagai media tanamannya. Menanam buah tomat secara hidroponik memiliki banyak keuntungan dibanding kalau ditanaman di tanah. Tomat hidroponik akan tumbuh lebih subur karena unsur hara bisa di atur sesuai dengan kebutuhan tanaman.


 Video Budidaya Tomat Hidroponik


Artikel Lainnya

Popular Posts